Rektor UNRAS dan Ketua LPPM Tinjau Pelaksanaan KKN di Delapan Desa Hulu Palik

Monitoring dilakukan untuk memastikan program mahasiswa berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

BENGKULU UTARA – Rektor Universitas Ratu Samban (UNRAS), Dr. Edi Susilo, S.P., M.Si., bersama Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Parwito, S.P., M.P., serta Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) (Ahmad Bastari, M.Si, Ns. Yunita, M,Kep, Wely, SKM, Lince, SIP) melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN di delapan desa di Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (1/9/2026).

Delapan desa yang dikunjungi meliputi Desa Sumber Rejo, Desa Air Baus I, Desa Air Baus II, Desa Batu Layang, Desa Kota Lekat, Desa Taba Padang R, Desa Taba Padang Kol, dan Desa Batu Raja Kol.

Kegiatan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan program kerja mahasiswa, mengetahui kendala yang dihadapi di lapangan, serta mengevaluasi keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan.

Dalam setiap kunjungan, Rektor, Ketua LPPM, dan Tim KKN berdialog dengan mahasiswa terkait capaian program, kegiatan yang masih berlangsung, serta rencana tindak lanjut selama masa KKN.

Rektor UNRAS Dr. Edi Susilo mengatakan KKN tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga merupakan sarana pembelajaran langsung di tengah masyarakat.

“KKN bukan sekadar kewajiban akademik mahasiswa, tetapi merupakan ruang pembelajaran langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa harus mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus sekaligus belajar memahami persoalan dan potensi yang dimiliki masyarakat,” ujar Edi.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Ia berharap program yang dijalankan mahasiswa dapat menyesuaikan kebutuhan dan potensi masing-masing desa serta memiliki peluang untuk terus dilanjutkan setelah masa KKN berakhir.

“Kami berharap mahasiswa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi desa. Program sederhana tetapi mampu diteruskan masyarakat jauh lebih berarti daripada kegiatan besar yang berhenti ketika KKN selesai,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPPM UNRAS Parwito menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pelaksanaan KKN.

Menurutnya, kegiatan tersebut memungkinkan tim universitas mengetahui secara langsung kondisi mahasiswa dan pelaksanaan program di masing-masing lokasi.

“Melalui Monev ini kami ingin memastikan program yang direncanakan mahasiswa benar-benar dilaksanakan, melibatkan masyarakat, dan memberikan manfaat. Kami juga mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa sehingga dapat diberikan arahan dan solusi,” ujar Parwito.

Program KKN yang dilaksanakan mahasiswa di delapan desa tersebut mencakup sejumlah bidang, di antaranya pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, UMKM, administrasi, literasi digital, pertanian, dan pengembangan potensi desa.

Selain mengevaluasi program, Tim Monev juga memberikan arahan agar mahasiswa menjaga komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat serta menyelesaikan program kerja yang telah direncanakan.

Parwito berharap kegiatan KKN juga dapat membuka peluang kerja sama lanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, baik melalui kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat maupun program pemberdayaan.

Melalui kegiatan monitoring tersebut, Universitas Ratu Samban berharap pelaksanaan KKN di Kecamatan Hulu Palik dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat di masing-masing desa.

Rektor Universitas Ratu Samban Dr. Edi Susilo bersama Ketua LPPM Parwito dan Tim KKN saat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN di Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (1/9/2026).